Penerapan Web Service PHP, Konfigurasi Database, dan Keamanan Sistem Menggunakan AppServ dan MySQL
![]() |
| Gambar 1. Web Service |
1. Implementasi Apache Web Server
Tahap pertama yang dilakukan adalah mengimplementasikan Apache Web Server menggunakan AppServ. Proses ini bertujuan untuk menyediakan layanan web sehingga aplikasi dapat diakses melalui browser. Langkah awal dilakukan dengan menginstal AppServ dan memastikan layanan Apache serta MySQL berjalan dengan baik. Setelah proses instalasi selesai, folder aplikasi yang diberikan diletakkan pada direktori web server. Pada lingkungan AppServ, direktori tersebut berada pada folder www.
Selanjutnya dilakukan pengujian dengan mengakses alamat localhost melalui browser. Apabila proses konfigurasi berhasil, maka halaman utama aplikasi akan ditampilkan tanpa adanya pesan kesalahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Apache Web Server berhasil dijalankan dan mampu melayani permintaan dari browser dengan baik.
![]() |
| Gambar 2. Tampilan aplikasi setelah berhasil dijalankan pada Apache Web Server |
2. Konfigurasi Virtual Drive Storage
Pada tahap kedua dilakukan pembuatan media penyimpanan virtual menggunakan fitur Virtual Hard Disk (VHD). Tujuan dari kegiatan ini adalah mensimulasikan penggunaan media penyimpanan tambahan yang dapat digunakan untuk menyimpan data atau dokumen tertentu. Proses pembuatan VHD dilakukan melalui fitur Disk Management pada sistem operasi Windows. Virtual disk dibuat dengan kapasitas 15 GB dan menggunakan format VHD. Setelah proses pembuatan selesai, disk diinisialisasi dan diformat menggunakan sistem file NTFS agar dapat digunakan seperti media penyimpanan fisik pada umumnya. Setelah drive berhasil dibuat, dilakukan pembuatan folder sesuai ketentuan yang diberikan pada soal. Folder tersebut nantinya dapat digunakan sebagai lokasi penyimpanan data yang terpisah dari sistem utama.
Langkah pertama adalah dengan membuka virtualbox dan klik bagian server kemudian pilih settings. Setelah itu pilih storage dan pada bagian Controller IDE buat virtual hard disk ukuran 15GB. Start Windows Server 2003 nya dan buka disk management untuk melihat virtual hard disk yang sudah dibuat tadi. Inisialisasi disknya dan pilih mau dinamakan J: atau lainnya. Terakhir buat folder dengan nama kita di dalamnya.
![]() |
| Gambar 3. Proses pembuatan Virtual Hard Disk |
![]() |
| Gambar 4. Virtual Drive berhasil dibuat dan siap digunakan |
![]() |
| Gambar 5. Folder dengan nama kita berhasil dibuat |
3. Pembuatan dan Import Database MySQL
Database merupakan komponen penting dalam sebuah aplikasi karena berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. Pada tahap ini dilakukan pembuatan database baru melalui phpMyAdmin yang telah terintegrasi dengan AppServ. Setelah database berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah melakukan import file SQL yang telah disediakan. Proses import dilakukan melalui menu Import pada phpMyAdmin dengan memilih file database yang sesuai. Apabila proses import berhasil, maka seluruh tabel yang terdapat pada file SQL akan muncul pada database yang telah dibuat. Melalui proses ini, aplikasi memperoleh struktur data yang diperlukan sehingga dapat berjalan dengan normal dan melakukan proses penyimpanan maupun pengambilan data.
![]() |
| Gambar 6. Pembuatan database pada phpMyAdmin |
![]() |
| Gambar 7. Hasil import database berhasil dilakukan |
4. Implementasi Keamanan Login Menggunakan MD5
Keamanan autentikasi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem informasi. Pada tahap ini dilakukan pengamanan password pengguna dengan menerapkan algoritma hash MD5. Proses diawali dengan mengakses tabel pengguna pada database melalui phpMyAdmin. Password yang sebelumnya tersimpan dalam bentuk teks biasa kemudian diubah menjadi bentuk hash menggunakan fungsi MD5. Dengan metode ini, password tidak lagi disimpan secara langsung sehingga dapat meningkatkan keamanan data pengguna. Setelah proses perubahan password selesai, dilakukan pengujian login pada aplikasi menggunakan akun yang telah diperbarui. Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses autentikasi tetap berjalan dengan baik meskipun password telah tersimpan dalam bentuk hash MD5.
![]() |
| Gambar 8. Buka tabel user dan klik ikon pensil ubah |
![]() |
| Gambar 9. Ubah username, password dan nama |
![]() |
| Gambar 10. Halaman Beranda setelah login dan implementasi MD5 |
5. Modifikasi Halaman Beranda dan Pengamanan File
Tahap terakhir adalah melakukan modifikasi halaman beranda aplikasi dengan menambahkan identitas pengguna sesuai ketentuan soal. Proses ini dilakukan dengan mengubah file sumber aplikasi menggunakan editor teks. Setelah perubahan berhasil dilakukan dan ditampilkan pada browser, langkah berikutnya adalah menerapkan perlindungan file menggunakan perintah ATTRIB +R. Perintah tersebut digunakan untuk memberikan atribut Read Only pada file sehingga file tidak dapat dimodifikasi secara langsung tanpa mengubah atributnya terlebih dahulu. Pengujian dilakukan melalui Command Prompt untuk memastikan bahwa atribut Read Only telah berhasil diterapkan pada file yang dimaksud. Hasil pengujian menunjukkan adanya atribut R pada file sehingga proses pengamanan file dapat dikatakan berhasil.
![]() |
| Gambar 11. Halaman Beranda setelah di edit pada file index.php |
![]() |
| Gambar 12. Penerapan atribut Read Only menggunakan Command Prompt |


.png)




.png)
.png)

.png)
Comments
Post a Comment